Berita Riau

STORY - Kisah Sedih Nuri Akibat Kabut Asap di Riau, Trauma karena Kehilangan Anak hingga Derita Asma

Story atau kisah sedih Nuri akibat kabut asap di Riau, trauma karena kehilangan anak hingga saat ini sedang menderita asma

STORY - Kisah Sedih Nuri Akibat Kabut Asap di Riau, Trauma karena Kehilangan Anak hingga Derita Asma
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution/Kolase/Instagaram/@shendra_poetjang
STORY - Kisah Sedih Nuri Akibat Kabut Asap di Riau, Trauma karena Kehilangan Anak hingga Derita Asma 

STORY - Kisah Sedih Nuri Akibat Kabut Asap di Riau, Trauma karena Kehilangan Anak hingga Derita Asma

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Story atau kisah sedih Nuri akibat kabut asap di Riau, trauma karena kehilangan anak hingga saat ini sedang menderita asma.

Air mata Nuri Andre Labamba ibu rumah tangga asal Rumbai Pekanbaru terus mengucur tidak bisa menahan kesedihan saat kehilangan anaknya Akbar Assyfa (3) yang meninggal 2011 lalu akibat terpapar asap.

Baca: Penjelasan Ilmiah BAHAYA Asap Bagi Ibu Hamil dan Janin, Kematian Janin, Pingsan hingga Infeksi Rahim

Baca: Tak Guna Jokowi ke Riau, Kita Butuh Api Padam Asap Hilang, Ucapan Anggota DPRD Riau dari PKB

Baca: Janin Susi Sempat Tidak Bergerak Dalam Perut, Ibu Hamil Korban Asap dalam Bencana Kabut Asap di Riau

Baca: Kabut Asap di Riau BERBAHAYA Bagi Ibu Hamil atau Wanita Hamil, Ini Penjelasan Dokter KANDUNGAN Zaldy

Baca: Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut Asap di Riau, Jarak Pandang Berkurang

Seakan menjadi trauma yang hebat dalam hidupnya ketika bencana asap kembali berulang di Riau.

Tidak hanya kehilangan anak akibat bencana asap, Nuri Andre Labamba juga saat ini menderita asma berkepanjangan akibat terpapar asap beberapa tahun lalu sehingga bencana asap akibat Karhutla yang terjadi di Riau menjadi momok yang menyiksa hidup dan masa depan ibu dua anak ini.

Tahun 2019 ini, Nuri kembali dirundung kesedihan dan penderitaan karena asap kembali menyerang wilayah tempat tinggalnya, bahkan Nuri harus rela tinggal di posko pengungsian untuk tetap bisa bertahan hidup.

Nuri masuk ke posko pengungsian pada Jumat (13/9/2019) lalu, awalnya Nuri sudah diserang sesak saat masih bertahan di rumahnya, sempat dilarikan ke RS Santa Maria karena sesak nafas yang dideritanya semakin parah.

Kemudian anaknya paling bungsu Adelia (6) juga saat itu sudah menderita sesak dan batuk akibat asap, setelah mendapatkan informasi ada tempat pengungsian, Nuri bersama keluarga meminta bantuan untuk dijemput relawan.

Nuri trauma kisah masa lalunya yang harus kehilangan anaknya saat itu, ia pun tidak ingin itu terulang pada anaknya Adelia yang sempat membiru bagian bibirnya akibat terpapar asap.

"Alhamdulillah setelah kami di pengungsian bisa lebih nyaman dan sekarang tidak perlu lagi pakai obat, sesaknya sudah hilang," ujar Nuri yang tinggal di pengungsian bersama anaknya Adelia sedangkan dua anaknya yang sudah berusia diatas lima tahun tetap bertahan dengan suaminya di Rumah.

Baca: Warga Riau TERCIDUK Petugas Patroli Karhutla Saat Membakar Lahan, Malahan Ada yang Sempat Viral

Baca: Libur Sekolah di Tiga KABUPATEN di Riau Diperpanjang Akibat Kabut Asap di Riau Tebal dan Berbahaya

Baca: Single Salary ASN Pemprov Riau Belum Dibayarkan, Ini Penjelasan BPKAD Riau

Baca: Warga TANTANG Gakum KLHK untuk Tunjuk Batas Lahan TNTN Riau Pascapenangkapan Tiga Perambah TNTN

Halaman
1234
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved