Breaking News:

Ternyata, Ampas Tebu Bisa Diolah Hingga Bernilai Tinggi

Ampas tebu yang kerap dijumpai di tempat-tempat pembuangan sampah itu ternyata bisa menghasilkan jam dinding yang unik.

Foto/Istimewa
AMPAS TEBU - Siswa Pondok Tahfidz Quran di bawah naungan Lazismu tengah mengolah ampas tebu menjadi jam dinding beberapa waktu lalu. Pemanfaatan ampas tebu menjadi barang bernilai tinggi itu merupakan pelatihan dari Program Kemitraan Masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa Umri. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kemana ampas tebu berakhir setelah airnya habis diperas?

Sebagian mungkin dipakai untuk makanan ternak. Sebagian lagi dibuang atau dibakar.

Namun, di tangan dosen serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), ampas tebu yang kerap dianggap tak bernilai itu justru punya banyak manfaat.

Dari ampas yang kerap kita jumpai di tempat-tempat pembuangan sampah itu, mereka bisa menghasilkan jam dinding yang unik.

Bahkan, kini jam dinding itu banyak peminatnya dan telah dipasarkan luas.

Pemanfaatan ampas tebu menjadi benda bernilai jual itu kini juga diproduksi oleh 20 penghuni Pondok Tahfidz Quran di bawah naungan Lazismu.

Kegiatan itu dilakukan dosen dan mahasiswa Umri dalam rangka Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dibiayai Kemenristek Dikti.

PKM itu diketuai oleh Sri Fitria Retnowati, S.Si, MT yang juga menjabat Wakil Rektor I Umri.

Sementara, sebagai anggotanya adalah dua dosen Umri, Deni Astri dan Yerri Badrun dibantu sejumlah mahasiswa.

Baca: Tiga Anak Presiden Masuk Radar Calon Menteri Jokowi-Maruf, Ada Nama Yenny Wahid

“Pondok Tahfidz ini dipilih karena menjadi sasaran penyaluran zakat yang dijalankan Lazismu. Dimana, bantuan itu diberikan lewat pendidikan keahlian tahfidz Quran. Mereka direkrut dari keluarga kurang mampu lalu tinggal di pondok tersebut selama setahun,” kata Sri Fitria, Selasa (8/10/2019).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved